Uncategorized

Empat Belas Daerah Jateng Awas Kekeringan, Modifikasi Cuaca Disiapkan

Curah hujan rendah diperkirakan berlanjut hingga akhir September dengan awal bulan sebagai fase paling kering.

BATANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengupayakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak kekeringan berkepanjangan. Langkah tersebut disiapkan setelah BMKG menetapkan 14 kabupaten berstatus awas kekeringan meteorologis pada periode 21–31 Agustus 2026.

Daerah yang masuk kategori awas adalah Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

BMKG memperkirakan curah hujan rendah masih berpeluang terjadi di seluruh Jawa Tengah hingga akhir September. Awal September dipetakan sebagai fase paling kering sehingga distribusi air dan perlindungan sumber air perlu dipersiapkan sebelum permintaan meningkat.

Pemprov melalui BPBD menyiagakan truk tangki untuk memasok air layak konsumsi kepada warga. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota diperlukan agar jadwal distribusi mengikuti data desa terdampak, jumlah penduduk, serta kondisi sumber air setempat.

Selain respons jangka pendek, pemerintah menyoroti berkurangnya daya resap akibat permukaan tanah yang tertutup beton. Sumur resapan, biopori, perlindungan daerah tangkapan air, dan pengendalian pembangunan menjadi agenda yang harus dikerjakan untuk mengurangi risiko berulang.

Modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan. Karena itu, operasi tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya tumpuan. Perkembangan yang perlu dipantau adalah jadwal pelaksanaan, volume air yang didistribusikan, kondisi lahan pertanian, serta pembaruan status BMKG.