BLORA — Upaya perlindungan kesehatan hewan ternak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus berjalan melalui pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah menjangkau 44.204 ekor sapi hingga 6 Oktober 2026.
Data tersebut disampaikan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora dalam pemberitaan Kamis (8/10/2026).
Kepala dinas setempat, Ngaliman, menjelaskan bahwa Blora memperoleh alokasi 60.000 dosis vaksin PMK pada tahun ini dari Provinsi Jawa Tengah.
Jumlah tersebut menjadi dasar pelaksanaan vaksinasi yang diarahkan untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit pada populasi ternak.
Blora merupakan salah satu daerah dengan aktivitas peternakan sapi yang cukup besar. Berdasarkan keterangan dinas, populasi sapi di wilayah tersebut mencapai sekitar 273.000 ekor.
Kondisi itu menjadikan pengendalian penyakit hewan sebagai bagian penting dari keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya peternak yang menggantungkan pendapatan pada hasil penjualan ternak.
Pelaksanaan vaksinasi perlu berjalan beriringan dengan pemantauan kesehatan hewan dan penerapan tata kelola peternakan yang baik.
Peternak juga perlu memahami langkah pencegahan penularan melalui pengawasan lalu lintas ternak, kebersihan lingkungan, serta pelaporan ketika menemukan gejala penyakit.
Selain penguatan kesehatan ternak, dinas terkait turut mendorong pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi.
Kotoran sapi dan kambing, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Dinas menyatakan telah memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik sebagai salah satu bentuk dukungan kepada peternak.
Pendekatan tersebut memungkinkan peternakan berkembang tidak hanya melalui peningkatan jumlah ternak, tetapi juga pemanfaatan hasil samping secara produktif.
Ke depan, kesinambungan vaksinasi, ketersediaan dosis, dan pendampingan teknis akan menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi peternak Blora.