Pertanian

Pemprov Jateng Lindungi 10 Ribu Hektare Sawah dengan Asuransi Pertanian

JAWA TENGAH — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat perlindungan terhadap petani dengan menyiapkan asuransi bagi sekitar 10 ribu hektare lahan sawah.

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi beban petani ketika terjadi gagal panen akibat risiko iklim maupun bencana pertanian.

Perlindungan semacam ini penting karena gagal panen tidak hanya menghilangkan pendapatan, tetapi juga modal yang telah ditanam sejak awal musim.

Tanpa skema mitigasi, petani dapat menghadapi kesulitan kembali memulai produksi pada musim berikutnya.

Asuransi karena itu menjadi instrumen untuk memperkuat resiliensi sektor pertanian, bukan menggantikan program peningkatan produksi.

Upaya ini perlu berjalan bersama peningkatan irigasi, akses benih, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan dukungan teknologi.

Pemerintah juga perlu memastikan mekanisme klaim sederhana dan mudah dipahami petani.

Apabila implementasinya efektif, kebijakan tersebut tidak hanya melindungi petani, tetapi juga membantu menjaga kesinambungan produksi pangan daerah.

Pertanian yang memiliki perlindungan risiko lebih baik akan memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi ketidakpastian iklim.