Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Batang Sentuh 8,38 Persen, Melampaui Target Pembangunan Daerah Tahun Ini

Perekonomian Kabupaten Batang mencatat pertumbuhan 8,38 persen hingga triwulan kedua 2026. Angka tersebut berada di atas target pembangunan daerah yang dipatok pada kisaran 6,35–6,50 persen.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Capaian itu disebut menempatkan Batang dalam tiga besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, setelah Ngawi dan Kendal.

Pada saat yang sama, pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah hingga pertengahan tahun mencapai rata-rata 87,19 persen dan masuk kategori tinggi. Dari 185 indikator kinerja yang dievaluasi, sebanyak 136 indikator atau sekitar 74 persen memperoleh predikat sangat tinggi.

Evaluasi juga menunjukkan masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan. Sebanyak 38 indikator tercatat berkinerja rendah hingga sangat rendah, antara lain berkaitan dengan kendala teknis perizinan sarana kesehatan, sertifikasi tenaga konstruksi, faktor cuaca pada hortikultura, serta keterbatasan fasilitas di tingkat kecamatan.

Catatan tersebut penting agar tingginya pertumbuhan ekonomi tidak dibaca sebagai akhir proses pembangunan. Evaluasi indikator memungkinkan program yang belum optimal mendapatkan perhatian lebih besar pada sisa tahun anggaran.

Dengan kombinasi pertumbuhan industri, pertanian, perdagangan dan konstruksi, Batang memiliki basis pertumbuhan yang relatif beragam. Tantangannya adalah menjaga momentum tersebut sekaligus memastikan peningkatan aktivitas ekonomi semakin terhubung dengan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat.